Lanjut usia merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif akibat proses penuaan. Penurunan ini dapat memengaruhi daya ingat, konsentrasi, kemampuan berpikir, serta interaksi sosial lansia. Upaya stimulasi kognitif secara nonfarmakologis diperlukan untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi kognitif lansia melalui penerapan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) metode Tebak Gambar di Wisma Kenanga PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Januari 2026 dan diikuti oleh 5 orang lansia perempuan dengan rentang usia 60–70 tahun. Metode yang digunakan berupa terapi aktivitas kelompok dengan stimulasi visual dan verbal melalui permainan Tebak Gambar. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi, kemampuan mengenali gambar, serta hasil post-test yang menilai aspek memori, bahasa, penalaran, dan kecepatan berpikir. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mampu mengikuti kegiatan dengan baik, menunjukkan peningkatan fokus, keaktifan, serta kemampuan mengenali dan mengingat objek. Rata-rata skor post-test berada dalam kategori baik. Terapi Tebak Gambar terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis sederhana untuk menstimulasi dan mempertahankan fungsi kognitif lansia.
Copyrights © 2026