Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi ekosistem pembelajaran literasi terpadu berbasis membaca, berpikir, dan menulis di Sekolah Literasi Komunitas serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan keterampilan berbahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan di Sekolah Literasi Rumah Kreatif Wadas Kelir. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengajar, pendamping literasi, anak-anak peserta sekolah literasi, aktivitas pembelajaran, serta dokumen pendukung program. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dengan memusatkan perhatian pada tiga ranah yang saling terhubung, yaitu literasi membaca, literasi berpikir, dan literasi menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekosistem literasi dibangun melalui kegiatan read aloud, diskusi isi bacaan, tanya jawab, storytelling, melukis kreatif, akses buku anak, dan latihan menulis permulaan. Kegiatan tersebut tidak berdiri sebagai rutinitas terpisah, tetapi membentuk alur belajar yang menggerakkan anak dari menyimak dan membaca, merespons dan bernalar, hingga mengekspresikan gagasan melalui bahasa lisan, gambar, dan tulisan sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran literasi terpadu dalam ruang belajar nonformal berbasis komunitas berkontribusi terhadap penguasaan kosakata, kemampuan menyimak, keberanian berbicara, pemahaman isi cerita, kemampuan berpikir kritis, daya imajinasi, dan keterampilan menulis awal anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan membaca, berpikir, dan menulis sebagai satu ekosistem literasi yang terhubung, bukan sebagai aktivitas literasi anak usia dini yang berdiri sendiri.
Copyrights © 2026