Perubahan penggunaan lahan yang terjadi secara masif di daerah perkotaan Indonesia, khususnya di zona perkotaan seperti Kelurahan Bintara Jaya, Kota Bekasi, telah berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan frekuensi dan intensitas banjir. Studi ini bertujuan untuk meneliti dan mensintesis berbagai sumber literatur ilmiah untuk membangun pemahaman komprehensif tentang hubungan antara perubahan penggunaan lahan dan peningkatan risiko banjir di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan teknik analisis isi dan sintesis naratif terhadap jurnal ilmiah, tesis sarjana, dan laporan lembaga pemerintah. Studi ini menemukan bahwa konversi ruang hijau melalui pola pembangunan infill merupakan hal yang umum di daerah perkotaan. Perubahan ini terbukti meningkatkan impermeabilitas area, membebani sistem drainase, dan memperluas zona kerentanan permukiman. Faktor pendorong yang teridentifikasi meliputi tekanan demografis dan ekonomi, serta lemahnya penegakan peraturan perencanaan tata ruang. Tinjauan literatur juga mengungkapkan bahwa rendahnya literasi ekologi di kalangan masyarakat menjadi hambatan utama dalam membangun adaptasi kolektif terhadap risiko banjir. Studi ini menegaskan urgensi pendidikan lingkungan berbasis masyarakat sebagai bagian integral dari strategi mitigasi risiko bencana jangka panjang di daerah perkotaan berkembang.
Copyrights © 2026