Penelitian ini berfokus pada analisis persepsi dan sikap ibu terhadap Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sebagai strategi pencegahan stunting di Puskesmas Kombos, Kota Manado. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. IMD menjadi salah satu langkah preventif dalam menekan angka stunting karena memungkinkan bayi mendapatkan kolostrum, yang kaya akan nutrisi dan antibodi penting untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yang bertujuan untuk menggali pengalaman, pemahaman, serta sikap ibu terhadap IMD. Informan dalam penelitian ini terdiri dari ibu yang memiliki bayi di Puskesmas Kombos serta tenaga kesehatan (dokter), yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan tidak mengetahui istilah IMD sebelum dijelaskan oleh peneliti. Setelah mendapat penjelasan, barulah mereka memahami bahwa IMD merupakan bagian dari proses menyusui awal. Semua informan menyatakan dukungan positif terhadap IMD dan menyadari pentingnya pemberian ASI segera setelah lahir. Hanya satu informan yang mengetahui istilah "stunting" dengan benar, namun seluruh informan memahami konsepnya secara umum, yaitu anak yang pendek/kecil akibat kekurangan gizi. Semua informan merasa mendapat dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan dalam pemberian ASI dan IMD.
Copyrights © 2026