Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah pertama masih menghadapi masalah rendahnya minat belajar peserta didik yang tampak melalui kurangnya perhatian, keterlibatan, dan munculnya kejenuhan selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan ice breaking dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan menganalisis dampaknya terhadap minat belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif selama kurang lebih satu bulan di kelas VII D. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik sebagai sumber data utama. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking diterapkan secara terencana, situasional, dan kontekstual melalui tepuk semangat, yel-yel Islami, gerakan ringan, permainan edukatif, dan storytelling religius. Penerapan ice breaking meningkatkan indikator minat belajar, yaitu perasaan senang, ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa ice breaking dapat menjadi strategi pedagogis untuk menciptakan pembelajaran PAI yang lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna.
Copyrights © 2026