Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan perempuan melalui integrasi perspektif governance dan inovasi publik, dengan fokus pada masa jabatan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya (2010–2020). Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional Tri Rismaharini berhasil menyelaraskan prinsip-prinsip good governance—seperti partisipasi, akuntabilitas, dan responsivitas—dengan inovasi publik yang berkelanjutan (seperti e-government dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat). Dari perspektif gender, pendekatan komunikasinya yang empatik namun tegas mampu meruntuhkan hambatan struktural dalam birokrasi lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pemerintahan daerah bertumpu pada sinergi multidimensi di mana karakteristik kepemimpinan perempuan yang adatit bertindak sebagai katalis kolaborasi institusional dan inovasi publik yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026