Tujuan dari kegiatan ini adalah mengembangkan media edukasi interaktif berbasis Augmented Reality (AR) untuk mengenalkan dan melestarikan budaya Lontar Prasi Bali, khususnya cerita Arjuna Wiwaha, kepada generasi muda. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman, minat, dan keterlibatan peserta, terutama siswa SMA/SMK, dalam proses pembelajaran budaya lokal melalui pendekatan teknologi digital yang inovatif dan menarik. Metode pengabdian meliputi: analisis kebutuhan melalui survei dan wawancara; pengembangan aplikasi AR berbasis Unity dan ARCore; digitalisasi konten Lontar Prasi dengan ilustrasi, narasi audio, dan animasi; penyusunan modul digital dan cetak; pelatihan penggunaan media bagi peserta; serta evaluasi dan perbaikan berdasarkan umpan balik pengguna. Prototipe diuji secara langsung pada peserta mitra. tim pelaksana merancang dan mengembangkan media edukasi berbasis Augmented Reality (AR) yang menampilkan visualisasi cerita Arjuna Wiwaha dalam bentuk gambar 3D, teks, suara, dan animasi interaktif. Teknologi ini memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan memudahkan peserta dalam memahami isi Lontar Prasi. Selain itu, digitalisasi konten dan penyusunan modul pembelajaran baik dalam bentuk digital maupun cetak telah memperkaya sumber belajar yang dapat diakses secara mandiri. Melalui pelatihan, sosialisasi, dan evaluasi menyeluruh, hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap isi Lontar Prasi, serta tumbuhnya minat untuk melestarikan budaya lokal. Penggunaan teknologi dalam pelestarian budaya terbukti mampu menjembatani generasi muda dengan warisan budaya Bali secara efektif dan relevan. Dengan demikian, pengembangan media edukasi berbasis AR ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang berkelanjutan dalam mendukung pelestarian seni dan budaya Bali, khususnya Lontar Prasi.
Copyrights © 2025