Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan fondasi penting dalam pendidikan agama Islam sejak usia dini. Namun, di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, masih banyak anak yang belum mampu membaca Al-Qur’an secara tartil karena kurangnya metode pembelajaran yang terstruktur serta minimnya keterlibatan orang tua dan guru dalam proses belajar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak-anak melalui penerapan Metode Ummi dengan pendekatan community-based approach. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Darussalam Gontor dalam bentuk program bakti sosial selama bulan Juni 2025, dengan melibatkan 20 anak, 3 guru TPQ, dan 5 orang tua.Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test kemampuan membaca, observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rata-rata 25–30 poin dalam empat aspek: pengenalan huruf hijaiyah, pembacaan harakat, kelancaran bacaan, dan penerapan tajwid dasar. Selain itu, keterlibatan komunitas turut memperkuat efektivitas program dan menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa penerapan Metode Ummi dengan dukungan komunitas lokal sangat efektif dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an anak-anak di daerah pedesaan, dan dapat direplikasi dalam konteks serupa.
Copyrights © 2025