Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah menengah pertama pada materi geometri bidang dengan menggunakan pendekatan mixed method. Aspek berpikir kritis yang dikaji meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Penelitian ini menggunakan desain mixed method yang menggabungkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan satu variabel dan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VII G di SMP Negeri 1 Bojonegoro yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis matematis yang telah divalidasi dan wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis matematis siswa adalah 54,97, yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Hasil uji one-sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan lebih rendah dibandingkan KKM. Sebanyak 8 siswa mencapai KKM, sedangkan 24 siswa lainnya belum mencapai KKM. Secara kualitatif, siswa yang mencapai KKM mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kritis, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM mengalami kesulitan terutama pada aspek evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih tergolong rendah, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang dapat mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis.
Copyrights © 2026