Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA (first aid) DI SEKOLAH DIAN HARAPAN LIPPO KARAWACI (SMP-SMA), KARAWACI-TANGERANG Windy Sapta Handayani Zega; Marisa Junianti Manik; Bima Adi Saputra; Magda Fiske Rumambi; Heman Pailak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1470

Abstract

Pertolongan pertama (first aid) adalah upaya awal sebelum dikirim ke rumah sakit ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan seperti kecelakaan, pingsan, digigit serangga, patah tulang, pendarahan, kejang, henti jantung napas atau kondisi yang mengganggu kesehatan. Kecelakaan maupun gangguan kesehatan dapat terjadi dimana saja dan tidak dapat diprediksi secara pasti salah satu lokasi terjadi bisa sekolah maupun diluar sekolah, dekat dengan jalanan sekolah maupun ketika datang dan kembali dari sekolah. Seorang siswa sekolah bisa saja menghadapi cedera, pingsan, perdarahan ataupun kondisi yang menimbulkan masalah bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Kurangnya membekali seorang anak usia sekolah berkaitan dengan pertolongan pertama secara benar dapat menimbulkan rasa panik, cemas dan kurangnya pengetahuan dalam penanganan yang tepat. Oleh karena itu sekolah harus memberikan edukasi dan pelatihan pertama di sekolah untuk meningkatkan keselamatan siswa. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada edukasi dan pelatihan pertolongan pertama. Metode pelaksanaan siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan didampingi dua fasilitator. Hasil dari kegiatan ini terbagi menjadi 2 hal, pertama siswa mampu mendemonstrasi penanganan pingsan dan perdarahan atau mimisan. Kedua, siswa mampu mendemonstrasikan teknik BHD (bantuan hidup dasar) “hands only CPR” dan penggunaan elastis verband. Disarankan edukasi berkelanjutan secara rutin dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sejak dini tentang pertolongan pertama.
Penerapan Protokol Kesehatan pada First Aid Palang Merah Remaja Chriska Roully Adeline; Marisa Junianti Manik; Bima Adi Saputra; Eva Chris Veronica Gultom; Heman Pailak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1476

Abstract

Kebijakan pembatasan sosial telah diterapkan oleh pemerintah, namun kasus Covid-19 terus meningkat di hampir semua provinsi di Indonesia dengan pola transmisi di komunitas, termasuk di sekolah. Terdapat beberapa bagian di sekolah yang rentan terhadap transmisi Covid-19 salah satunya adalah tim Palang Merah Remaja (PMR) karena dalam beberapa prosedur penanganan kesehatan seperti first aid sering kali harus kontak erat dengan korban maupun tim PMR yang lain. Tujuan dilakukan kegiatan PkM ini untuk menekan penyebaran Covid-19 ketika siswa melakukan penanganan first-aid. Pentingnya peran PMR di area komunitas khususnya di sekolah maka petugas PMR perlu meningkatkan pengetahuan dengan cara mengikuti perkembangan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan korban di masa pandemi Covid-19. Fakultas Keperawatan Universitas Pelita Harapan mengadakan kegiatan PkM melalui webinar tentang edukasi penerapan protokol kesehatan dalam penanganan first-aid kepada 52 peserta anggota PMR di Sekolah Menengah Pertama Dian Harapan Lippo Village. Peserta dievaluasi dengan mengisi pretest dan postest. Hasil dari kegitan PkM ini menunjukkan rata-rata peningkatan pengetahuan siswa mengenai penerapan protokol kesehatan dalam pemberian first-aid sebesar 0,235 poin setelah mengikuti webinar. Dengan meningkatnya pengetahuan siswa diharapkan first-aid dapat dilakukan dengan tetap menekan penyebaran Covid-19.
EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN PADA TEMPAT IBADAH, SEKOLAH, MALL, RESTORAN DAN TEMPAT UMUM LAIN BERDASARKAN SATGAS COVID 19 AGUSTUS 2021 Grace Solely Houghty; Bima Adi Saputra; Marianna Rebecca Gadis Tompunu; Ester Silitonga; Juwita Fransiska br Surbakti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1493

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mendorong institusi pendidikan untuk beradaptasi dengan mengaplikasikan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Akan tetapi protokol kesehatan khususnya di sekolah sering mengalami perubahan dan pembaharuan oleh Satgas COVID-19, tergantung pada situasi dan kondisi peningkatan kasus COVID-19 di lapangan sehingga sehingga sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan perlu diberikan. Guru, staff dan siswa dapat beresiko tertular COVID-19 di tempat umum lainya seperti di mall, restoran dan tempat ibadah, sehingga edukasi harus diberikan secara utuh agar penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah dapat terkendali secara maksimal. Fakultas Keperawatan UPH mengadakan webinar edukasi protokol kesehatan berdasarkan Satgas COVID-19 kepada 96 staff dan pengajar Sekolah Dian Harapan dari seluruh Indonesia. Hasil evaluasi diperoleh rerata nilai pre-test adalah 4,5 poin dan rerata nilai post-test adalah 4,8 poin. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan protokol kesehatan (0,4 poin), sehingga disimpulkan bahwa edukasi yang diberikan melalui webinar telah meningkatkan pengetahuan tentang protokol kesehatan. Pengetahuan yang meningkat diharapkan dapat mendorong kepatuhan pada penerapan protokol sehingga pandemi COVID-19 dapat terkendali.
PROFIL BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI BANGUN DATAR MELALUI PENDEKATAN MIXED METHOD Bima Adi Saputra
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pembelajaran Prospektif
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v11i1.110739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah menengah pertama pada materi geometri bidang dengan menggunakan pendekatan mixed method. Aspek berpikir kritis yang dikaji meliputi interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Penelitian ini menggunakan desain mixed method yang menggabungkan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan satu variabel dan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas VII G di SMP Negeri 1 Bojonegoro yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis matematis yang telah divalidasi dan wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis matematis siswa adalah 54,97, yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70. Hasil uji one-sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan lebih rendah dibandingkan KKM. Sebanyak 8 siswa mencapai KKM, sedangkan 24 siswa lainnya belum mencapai KKM. Secara kualitatif, siswa yang mencapai KKM mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kritis, sedangkan siswa yang belum mencapai KKM mengalami kesulitan terutama pada aspek evaluasi, inferensi, dan eksplanasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa masih tergolong rendah, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang dapat mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis.