Tradisi saprahan merupakan warisan budaya Melayu Pontianak yang memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman. Implementasi tradisi ini dalam Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertujuan untuk menanamkan karakter nasionalisme pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter nasionalisme dalam persiapan dan implementasi tradisi saprahan di SD Kartika XVII-1 Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan saprahan memperkuat indikator nasionalisme, yaitu bangga sebagai bangsa Indonesia, cinta tanah air dan bangsa, rela berkorban demi bangsa, serta menerima kemajemukan. Dengan demikian, tradisi saprahan dalam P5 berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berjiwa nasionalis dan memiliki kesadaran budaya
Copyrights © 2026