Ikan lele termasuk ikan air tawar yang banyak dikembangkan di Indonesia. Hal ini karena memiliki harga yang relatif murah, memiliki rasa daging yang lezat dan mengandung gizi tinggi. Ikan lele juga memiliki beberapa keunggulan seperti dapat melakukan pemijahan, dapat dipelihara dalam kondisi kepadatan yang tinggi, tetap dapat tumbuh meskipun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan (kandungan oksigen rendah). Tujuan dari pratikum ini adalah untuk agar memperoleh rupa darah secara makroskopis dan mikroskopis sebelum dan sesudah haemolisis pada ikan lele dumbo (Clarias batracus). Metode Pratikum biologi perikanan kali ini menggunakan metode pengamatan pengerjaan secara langsung yang dilaksanakan di Laboratorium Biologi Perairan di Lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau. Hasil dari pratikum ini adalah Hasil yang diperoleh mendapatkan Tab A praktikum rupa darah secara mikroskopis dan makroskopis sebelum dan sesudah haemolisis dapat diambil kesimpulan bahwa darah ikan yang dicampurkan dengan larutan tidak membuat sel-sel darah yang ada pada ikan tersebut langsung hilang, namun sel-sel darah ikan tersebut justru masih terlihat. Terlihat dari gambar-gambar yang telah ditampilkan pada bagian hasil, yang bersifat tidak tembus cahaya hanya pada sampel C yang merupakan darah ikan murni.
Copyrights © 2026