Untuk mewujudkan citra kota yang lebih baik maka perlu adanya pendekatan melalui landmark. Suatu objek fisik dapat mudah dikenali sebagai landmark jika memenuhi nilai tinggi pada ketiga aspek yaitu kepentingan fungsi, kepentingan sudut pandang, dan kepentingan bentuk. Tahapan pembentukan citra dan identitas kota diawali dari perkembangan kota tersebut. Meninjau perkembangan ekonomi menurut Bappeda Kota Gorontalo, pada tahun 2019 struktur perekonomian Kota Gorontalo didominasi oleh tersier dan sektor sekunder yakni perdagangan dan konstruksi. Peranan yang besar dari kedua sektor tersebut sejalan dengan kedudukan Kota Gorontalo sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan di wilayah Provinsi Gorontalo dan sekitarnya, dimana dapat dilihat bahwa sedang terjadi pembangunan pusat – pusat perdagangan baru dan infrastruktur yang terus dibenahi. Tantangan selanjutnya bagaimana memenuhi kriteria yang telah disebutkan sebelumnya dengan merespon masalah dalam perencanaan yakni kemampuan lahan yang kurang sehingga bisa memaksimalkan kepentingan fungsi bangunan pada sektor perdagangan dan jasa. Sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai identitas kota yang memiliki keistimewaan fisik dan harapannya bisa menjadi landmark. Tujuan yang ingin dicapai pada perencanaan ini adalah menghasilkan rancangan bangunan shopping mall serta apartemen sebagai objek menara yang merupakan point of interest pada kawasan tersebut yang dijadikan pengamat sebagai acuan (landmark) hal ini menjadikannya obyek yang mudah diingat yang mencirikan kawasannya. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah mencari data-data yang terkait dengan objek rancangan melalui buku-buku, majalah, internet dan media lainnya kemudian mentranformasikan kedalam rancangan sendiri.
Copyrights © 2026