Pembelajaran menulis cerita rakyat di sekolah menengah masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengembangkan ide, berpikir kritis, dan mengaitkan tulisan dengan konteks budaya. Di sisi lain, implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) dalam Kurikulum Merdeka membuka peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model pembelajaran mendalam dalam meningkatkan keterampilan menulis cerita rakyat pada siswa sekolah menengah serta mengidentifikasi potensi integrasi cerita rakyat berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil sintesis menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran menulis melalui proses eksplorasi, interpretasi, refleksi, dan kreasi yang mendorong peserta didik membangun pemahaman secara bermakna. Integrasi cerita rakyat sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal memperkaya pengalaman belajar, meningkatkan kreativitas, memperkuat kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kemampuan naratif, serta memperkuat literasi budaya dan identitas lokal peserta didik. Penelitian ini menghasilkan model konseptual implementasi pembelajaran mendalam berbasis cerita rakyat yang dapat menjadi alternatif bagi guru Bahasa Indonesia dalam merancang pembelajaran menulis yang kontekstual, bermakna, dan selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026