Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran 2024-2029 dengan anggaran Rp 71 triliun per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif dampak program MBG terhadap tiga variabel ekonomi makro yaitu pengangguran, iklim investasi, dan pendapatan nasional. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap 25 dokumen yang terdiri dari artikel jurnal, laporan lembaga internasional (World Bank, IMF, ADB, ILO), dan dokumen kebijakan nasional periode 2015-2025. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, program MBG berpotensi menyerap 1,5 hingga 2,5 juta tenaga kerja baru melalui tiga jalur yaitu sektor pertanian (petani, peternak), sektor pengolahan dan distribusi (dapur sekolah, logistik), serta sektor jasa pendukung. Kedua, respons investor terhadap program MBG bersifat sektoral; investor di sektor agribisnis, pangan, dan logistik merespon positif, sementara investor di sektor properti dan manufaktur padat karya cenderung wait and see akibat potensi kenaikan suku bunga. Ketiga, program MBG berpotensi meningkatkan pendapatan nasional melalui jalur konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja jangka panjang, dan efek multiplier dari belanja pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program MBG dalam mencapai ketiga dampak positif tersebut sangat bergantung pada tata kelola yang baik, keterlibatan UMKM dan petani lokal, serta skema pendanaan yang tidak mengganggu stabilitas fiskal.
Copyrights © 2026