Penelitian ini mengkaji simbol Awhanul Buyut (rumah laba-laba) dalam QS. al-‘Ankabut ayat 41 melalui pendekatan semiotika Roland Barthes yang diintegrasikan dengan tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Kajian ini bertujuan menyingkap struktur makna simbolik dalam ayat tersebut, yang menggambarkan rapuhnya kebergantungan manusia kepada selain Allah, serta relevansinya dengan realitas sosial dan sains modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis semiotik tiga lapis makna denotasi, konotasi, dan mitos untuk menelusuri pesan teologis, moral, dan ideologis yang terkandung dalam teks Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, Awhanul Buyut merepresentasikan struktur fisik yang lemah; pada tingkat konotasi, simbol ini menggambarkan kerapuhan sistem sosial dan spiritual manusia; sedangkan pada tingkat mitos, ia mengungkap ilusi keamanan modern yang dibangun atas dasar materialisme dan kebergantungan duniawi. Integrasi dengan tafsir Al-Mishbah serta pendekatan epistemologis Bayani, Burhani, dan Irfani memperlihatkan bahwa simbolisme Al-Qur’an tidak hanya mengandung makna teologis, tetapi juga refleksi kritis terhadap kondisi eksistensial manusia modern. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi semiotika Barthes dalam memperkaya pembacaan tafsir Al-Qur’an secara interdisipliner dan kontekstual.
Copyrights © 2026