Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sedekah Digital Berbasis QRIS dalam Crowdfunding Masjid: Analisis Modal Simbolik Perspektif Pierre Bourdieu Muhammad Rayya Akmal; Ahmad Rayhan; Shafa; Desi Erawati
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the rapid digitalization of Islamic philanthropy in Indonesia, marked by the emergence of QRIS-based mosque crowdfunding as an innovation in religious fundraising. The main problem addressed is how digital transformation influences Islamic philanthropic practices and the role of technology in increasing public participation. The research aims to identify the development of digital philanthropy, analyze QRIS-based crowdfunding practices in mosques, and examine the relevance of Pierre Bourdieu’s theory to this phenomenon. The method employed is a qualitative approach through literature review and case studies. The findings indicate that digital philanthropy enhances efficiency, transparency, and accessibility of donations while encouraging broader participation, particularly among younger generations. Furthermore, these practices involve not only economic aspects but also social, cultural, and symbolic dimensions. The study concludes that the success of QRIS-based crowdfunding depends on the integration of technology with trust and the social legitimacy of religious institutions.
Tafsir 'Ilmi Kontemporer di Timur Tengah: Analisis Epistemologis atas Pemikiran Mustafa Mahmud Rasyid Hidayatullah; Sugiro Abdillah; Muhammad Rayya Akmal; Taufik Warman Mahfuz
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 1 : SERUMPUN (JANUARY-JUNE 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i1.324

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran tafsir ilmi Mustafa Mahmud sebagai representasi penting penafsiran saintifik Al-Qur'an di Timur Tengah kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan epistemologis, penelitian ini bertujuan menganalisis landasan metodologis, sumber pengetahuan, dan validitas klaim keilmuan dalam karya-karya tafsir Mustafa Mahmud, khususnya dalam buku Al-Qur'an: Muhawalah li al-Fahm al-'Asri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mustafa Mahmud membangun epistemologi tafsir yang bersifat integratif, yakni memadukan nalar saintifik modern dengan pendekatan spiritual-metafisik dalam memahami ayat-ayat kauniyah. Meskipun pendekatannya memperoleh sambutan luas di kalangan pembaca awam, terdapat sejumlah kritik metodologis dari kalangan mufasir akademis terkait ketatnya standar verifikasi ilmiah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontribusi Mustafa Mahmud terletak pada upayanya mendialogkan sains dan wahyu secara populer, sekalipun masih memerlukan penguatan dalam aspek konsistensi metodologis dan ketelitian hermeneutis.
Awhanul Buyut dalam Al-Qur’an Analisis Semiotika Roland Barthes Saparudin Arianur; Muhammad Rayya Akmal; Marwa Marwa; Desi Erawati; Saipulah Saipulah
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.6309

Abstract

Penelitian ini mengkaji simbol Awhanul Buyut (rumah laba-laba) dalam QS. al-‘Ankabut ayat 41 melalui pendekatan semiotika Roland Barthes yang diintegrasikan dengan tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Kajian ini bertujuan menyingkap struktur makna simbolik dalam ayat tersebut, yang menggambarkan rapuhnya kebergantungan manusia kepada selain Allah, serta relevansinya dengan realitas sosial dan sains modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan analisis semiotik tiga lapis makna denotasi, konotasi, dan mitos untuk menelusuri pesan teologis, moral, dan ideologis yang terkandung dalam teks Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, Awhanul Buyut merepresentasikan struktur fisik yang lemah; pada tingkat konotasi, simbol ini menggambarkan kerapuhan sistem sosial dan spiritual manusia; sedangkan pada tingkat mitos, ia mengungkap ilusi keamanan modern yang dibangun atas dasar materialisme dan kebergantungan duniawi. Integrasi dengan tafsir Al-Mishbah serta pendekatan epistemologis Bayani, Burhani, dan Irfani memperlihatkan bahwa simbolisme Al-Qur’an tidak hanya mengandung makna teologis, tetapi juga refleksi kritis terhadap kondisi eksistensial manusia modern. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan relevansi semiotika Barthes dalam memperkaya pembacaan tafsir Al-Qur’an secara interdisipliner dan kontekstual.