Agroekowisata, sebagai pengembangan dari ekowisata, merupakan strategi penting untuk pembangunan berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan yang ekonominya bergantung pada pertanian. Model ini mengintegrasikan praktik pertanian dengan pariwisata untuk mempromosikan pengelolaan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat. Pariwisata Berbasis Masyarakat (CBT) memainkan peran krusial dalam keberhasilan agroekowisata dengan memberdayakan komunitas lokal untuk mengelola dan memperoleh manfaat pariwisata secara inklusif. Namun, keberlanjutan CBT dalam agroekowisata menghadapi tantangan multidimensi yang mencakup aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial-budaya, seperti partisipasi komunitas, distribusi manfaat yang adil, serta pelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi status penelitian terkini mengenai keberlanjutan CBT dalam agroekowisata melalui Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR). Dengan menggunakan kerangka PICOC dan diagram PRISMA, penelitian ini menyaring artikel dari basis data ScienceDirect yang diterbitkan antara 2015 dan 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi mengenai CBT dalam agroekowisata meningkat secara signifikan sejak tahun 2020. Faktor utama yang menentukan keberlanjutan meliputi partisipasi masyarakat, kapasitas kelembagaan lokal, tata kelola kolaboratif, integrasi pertanian dan pariwisata, serta konservasi lingkungan. Hambatan utama meliputi ketergantungan pada aktor eksternal, lemahnya koordinasi kelembagaan, ketimpangan dalam distribusi manfaat, serta tekanan terhadap sumber daya alam akibat intensifikasi wisata. Kajian ini mengusulkan bahwa keberlanjutan CBT perlu mengintegrasikan dimensi sosial, ekonomi, lingkungan dan tata kelola sebagai landasan pengembangan agroekowisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026