Praktik pendidikan Islam kontemporer sering kali terjebak pada pendekatan kaku yang terlalu berfokus pada aspek hafalan dan kognitif tanpa mempertimbangkan kesiapan biologis serta tahapan psikologis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi antara psikologi biologis dan psikologi perkembangan dalam mengoptimalkan metode pendidikan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, artikel ini menguraikan bagaimana perkembangan biologis memengaruhi perilaku serta bagaimana Islam memandang hal tersebut sebagai satu kesatuan utuh (syumul). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pematangan fungsi akal (al-aql) berpusat pada korteks prefrontal yang dapat distimulasi melalui pembiasaan ibadah, konsumsi makanan halalan thayyiban, serta sinkronisasi ibadah fisik. Rekonstruksi metode pengajaran berbasis ramah otak (brain-friendly learning) menjadi urgensi bagi pendidik Muslim agar internalisasi nilai spiritual berjalan selaras dengan sunatullah perkembangan manusia.
Copyrights © 2026