Penelitian ini menganalisis tantangan yang dihadapi guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dalam mengembangkan soal berbasis Higher Order Thinking Skills pada implementasi Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap publikasi ilmiah periode 2021-2025 yang relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola tantangan yang muncul dari berbagai sumber literatur. Hasil penelitian mengungkapkan empat dimensi utama tantangan yang meliputi keterbatasan kompetensi pedagogik guru dalam memahami karakteristik soal HOTS, hambatan teknis dalam konstruksi dan validasi instrumen, kendala sistemik terkait dukungan kelembagaan yang belum optimal, serta kesulitan adaptasi pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks asesmen HOTS. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih cenderung mengembangkan soal pada level kognitif rendah dan mengalami kesulitan menyelaraskan tujuan pembelajaran dengan instrumen penilaian. Strategi solusi yang direkomendasikan mencakup program pelatihan berkelanjutan berbasis praktik, penguatan komunitas belajar profesional, penyediaan bank soal dan panduan pengembangan yang komprehensif, serta kolaborasi multipihak untuk menciptakan ekosistem pendukung yang kondusif bagi pengembangan kompetensi guru dalam merancang asesmen autentik berbasis HOTS.
Copyrights © 2026