Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tantangan Guru SD/MI dalam Mengembangkan Soal HOTS pada Kurikulum Merdeka Ade Rahayu; Dewi Anjarsari; Kumaidi Kumaidi
Jurnal PGSD Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal PGSD Volume 12 (1) Januari-Juni 2026
Publisher : PGSD Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jps.v12i1.8733

Abstract

Penelitian ini menganalisis tantangan yang dihadapi guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dalam mengembangkan soal berbasis Higher Order Thinking Skills pada implementasi Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap publikasi ilmiah periode 2021-2025 yang relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola tantangan yang muncul dari berbagai sumber literatur. Hasil penelitian mengungkapkan empat dimensi utama tantangan yang meliputi keterbatasan kompetensi pedagogik guru dalam memahami karakteristik soal HOTS, hambatan teknis dalam konstruksi dan validasi instrumen, kendala sistemik terkait dukungan kelembagaan yang belum optimal, serta kesulitan adaptasi pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks asesmen HOTS. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih cenderung mengembangkan soal pada level kognitif rendah dan mengalami kesulitan menyelaraskan tujuan pembelajaran dengan instrumen penilaian. Strategi solusi yang direkomendasikan mencakup program pelatihan berkelanjutan berbasis praktik, penguatan komunitas belajar profesional, penyediaan bank soal dan panduan pengembangan yang komprehensif, serta kolaborasi multipihak untuk menciptakan ekosistem pendukung yang kondusif bagi pengembangan kompetensi guru dalam merancang asesmen autentik berbasis HOTS.
Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) : Pengertian, Jenis dan Tahapan Ade Rahayu
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i3.5092

Abstract

Research and Development (R&D) is a systematic approach aimed at producing practical solutions through validated processes. In education, R&D is essential for developing instructional media, teaching tools, and learning models tailored to contextual needs. This study reviews the concept of R&D, the most widely adopted models, and their implementation stages through a literature-based method. Five major models are analyzed: Borg and Gall, ADDIE, 4D, Hannafin & Peck, and Dick and Carey. Each is examined in terms of procedural structure, advantages, limitations, and applicability in educational settings. Despite their distinct frameworks, all models share core phases: needs analysis, design, development, evaluation, and implementation. The analysis shows that Borg and Gall suits large-scale iterative studies, ADDIE is valued for its simplicity and flexibility, 4D is effective for instructional tool development, Hannafin & Peck aligns with technology-based media, and Dick and Carey supports systematic instructional design. The findings emphasize the importance of selecting models based on goals, product complexity, and resource availability. This article contributes to guiding researchers and educators in applying appropriate R&D methodologies in educational practice.
Metode Penelitian Tindakan Kelas: Konsep, Tahapan dan Keunggulan dalam Praktik Pembelajaran Ade Rahayu; Arna Saskia
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i4.5792

Abstract

This study aims to examine in depth the consepts, stages, and adventages of the Classroom Action Reseacrh (CAR) method as an effective approach to improving the quality of learning in schools. The research method employed ia a literature review, involving the collection ans analysis of various scholarly sources such as journals, books and relevant research findings. The result indicate that CAR is a form of reaerch that can be conducted by teachers in their own classroom through a cyclical process consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. This cycle enables teachers to continuously improve their teaching approaches and strategies. Findings from the reviewed literature highlight the strengths of CAR, which not only enhances student learning outcomes but also contributes to the professional development of teachers. Teachers are encouraged to think reflectively and creatively, with a strong focus on improving the quality and process of instruction. Classroom Action Research holds strategic value in fostering innovative, creative, and collaborative learning practices that positively impact both student achievement and teachers’ instructional performance.
Peran Strategis Guru Kelas dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di SD/MI Ade Rahayu
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.71977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru kelas dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (BK) di SD/MI, mengidentifikasi jenis layanan yang diterapkan, serta menganalisis faktor pendukung, penghambat, dan kesenjangan penelitian yang masih ada. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 15 artikel ilmiah terakreditasi SINTA yang relevan dengan topik BK di pendidikan dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran basis data jurnal nasional menggunakan kata kunci terkait peran guru kelas, bimbingan dan konseling, dan kesulitan belajar siswa SD/MI. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) secara sistematis untuk mengelompokkan temuan berdasarkan tema dan keterkaitannya dengan teori. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru kelas berperan sentral sebagai pelaksana BK akibat keterbatasan konselor profesional, namun pelaksanaannya belum optimal karena minimnya kompetensi teknis, pelatihan, dan dukungan struktural. Disimpulkan bahwa keberhasilan layanan BK di SD/MI memerlukan pendekatan sistemik yang melibatkan peningkatan kompetensi guru, dukungan kebijakan sekolah, dan kolaborasi lintas pihak.