Penelitian ini menganalisis makna serta pesan sosial dalam cerpen Di Titik Tergelap dari Kegelapan karya Yudhi Herwibowo melalui perspektif semiotika Roland Barthes. Kajian berfokus untuk mengidentifikasi bagaimana teks ini merepresentasikan kekerasan seksual dalam situasi kerusuhan, praktik penyangkalan sejarah, serta simbol-simbol kegelapan yang berhubungan dengan trauma dan hilangnya jejak korban. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks cerpen yang dipublikasikan secara daring. Data dikumpulkan dengan teknik simak-catat untuk mengidentifikasi unsur naratif yang signifikan. Analisis dilakukan berdasarkan lima kode Barthes meliputi hermeneutic, action, semic, simbolic, dan referential untuk membongkar lapisan makna yang dibangun melalui rangkaian peristiwa, citraan, dan penanda sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen ini menggunakan jaringan tanda yang kuat untuk menyoroti kehancuran fisik maupun psikis korban, sekaligus mengkritik struktur sosial yang mengabaikan kebenaran. Representasi kegelapan, suara korban, dan ketertutupan fakta menjadi pusat makna yang menunjukkan relasi erat antara teks sastra dan realitas sosial-politik. Hasil penelitian menegaskan pentingnya pembacaan kritis terhadap karya sastra sebagai ruang artikulasi pengalaman korban dan sebagai perlawanan terhadap penghapusan sejarah kekerasan.
Copyrights © 2026