Diabetes melitus pada remaja menunjukkan peningkatan signifikan dan dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan mengenai faktor risiko, gejala awal, dan pentingnya skrining dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja SMAN 1 Mendo Barat melalui pembentukan Kelompok Skrining Diabetes Melitus (KOMPAS). Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui desiminasi awal, perancangan program bersama mitra, pelaksanaan edukasi menggunakan diskusi interaktif dan buku saku “Penatalaksanaan DM”, serta evaluasi melalui pre dan post test. Sebanyak 50 remaja mengikuti kegiatan sebagai peserta aktif. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna pada pengetahuan remaja setelah edukasi, dengan lebih dari 70% peserta mencapai nilai 80–100 pada post test. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif selama proses edukasi. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar remaja dalam melakukan skrining dini, serta memperkuat peran mereka sebagai duta kesehatan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026