Berkebhinekaan global termasuk bagian elemen penting pada Profil Pelajar Pancasila dengan mempunyai peran strategis dalam membentuk karakter pelajar Indonesia. Elemen ini tujuannya guna menumbuhkan kemampuan pelajar ketika menjaga dan melestarikan budaya luhur, identitas nasional, serta kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia. Pemahaman kebhinekaan global yang dimiliki siswa kelas IV masih rendah. Berlandasan perolehan pengamatan dengan dijalankan, masih ditemukan berbagai konflik, yang di picu oleh kurangnya sikap toleransi antarsiswa. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan nilai berkebhinekaan global perlu terus diupayakan dalam proses pendidikan agar tercipta generasi yang inklusif, toleran, dan berwawasan global. Guna di atasinya persoalan yang ada dibutuhkan pengembangan media MonIPAS guna meningkatkan pemahaman kebhinekaan global. Jenis kajian dengan diterapkan yakni RnD dalam model studi ADDIE dengan mencakup 5 tahap. Instrument dengan diterapkan ialah pengamatan, angket (pakar media, materi, bahasa, ahli praktisi, respons pelajar, respons guru). Berlandasan perolehan studi memperlihatkan nilai angket validasi pakar media, materi, maupun Bahasa dalam rata-rata 88,5%, nilai angket praktisi 93,75%, nilai angket respons pelajar 97,5%, nilai angket respons guru 95%, juga nilai N-Gain 87,17%. Maka bisa kita simpulkan bahwasanya pengembangan media MonIPAS (Monopoli IPAS) dikelompokkan sangat valid, sangat menarik, sangat efektif dipakai juga terbukti bisa menaikkan pemahaman kebhinekaan global pelajar kelas IV SD.
Copyrights © 2026