Membaca permulaan merupakan kompetensi literasi dasar yang menentukan kemampuan siswa dalam mengenali huruf, menghubungkan simbol dengan bunyi, membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa kelas II sekolah dasar yang mengalami kesulitan membaca secara lancar dan mandiri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh metode membaca multisensori terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas II SDN Sukarata. Instrumen penelitian berupa tes membaca permulaan yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan dilakukan melalui kegiatan membaca yang memadukan unsur visual, auditori, taktil, dan kinestetik. Data dianalisis menggunakan uji paired samples t-test berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Implikasinya, metode multisensori efektif digunakan untuk memperkuat pembelajaran membaca permulaan.
Copyrights © 2026