Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronik yang berisiko komplikasi mikrovaskular termasuk nefropati diabetik. Penggunaan obat antidiabetik oral merupakan pilihan utama pasien DM Tipe 2, namun penggunaan yang tidak tepat beresiko efek samping termasuk gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan urinalisa merupakan skrining awal sederhana untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal. Namun, data profil urinalisa pada pasien DM Tipe 2 dengan terapi antidiabetik oral di RSUD Bahteramas masih terbatas. Tujuan: Mengetahui profil urinalisa pada pasien DM Tipe 2 yang menjalani terapi antidiabetik oral. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. 40 pasien DM Tipe 2 yang menjalani terapi antidiabetik oral dan memenuhi kriteria inklusi dilakukan pemeriksaan urinalisa kualitatif dengan makroskopis urine, semi-kuantitatif menggunakan dipstick dan analisis mikroskopis sedimen urin. Hasil: Ditemukan glukosa sebanyak 52,5%, protein sebanyak 62,5%, darah sebanyak 67,5%, leukosit sebanyak 40%. Pada hasil pemeriksaan mikroskopis ditemukan leukosit sebanyak 50%, eritrosit sebanyak 100%, sel epitel sebanyak 52,5%, kristal sebanyak 12,5%, dan bakteri sebanyak 25%. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan adanya gangguan fungsi ginjal pada sebagian pasien meskipun telah menjalani terapi antidiabetik oral. Pemeriksaan urinalisa secara rutin dapat digunakan sebagai skrining awal yang efektif dalam deteksi komplikasi ginjal pada DM.
Copyrights © 2026