Artikel ini membahas pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan biochar dari tongkol jagung sebagai upaya untuk mendorong semangat kewirausahaan hijau di kalangan siswa SMKN 1 Bengkayang di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, keterampilan teknis, serta minat berwirausaha siswa melalui pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan metode demonstrasi, pelatihan praktik langsung, diskusi kelompok, serta evaluasi kognitif dengan jumlah siswa yang terlibat 26 org. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai konsep biochar, proses pembuatannya, serta potensi pasar produk tersebut. Sebagian besar peserta menunjukkan minat untuk menjadikan biochar sebagai produk usaha di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka wawasan siswa mengenai pentingnya ekonomi sirkular dan pemanfaatan limbah lokal. Kesimpulan dari kegiatan ini menyatakan bahwa pelatihan pembuatan biochar dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan hijau di kalangan siswa di daerah perbatasan. Namun demikian, terdapat beberapa keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan ini, antara lain durasi pelatihan yang relatif singkat, keterbatasan peralatan produksi biochar yang memadai, serta belum adanya tindak lanjut berupa inkubasi bisnis bagi siswa. Ke depan, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung keberlanjutan program pelatihan dan pendampingan kewirausahaan berbasis lingkungan di sekolah-sekolah perbatasan.
Copyrights © 2026