Wounded inner child merupakan konsep psikologis yang menggambarkan luka emosional pada masa kecil yang terbawa hingga masa dewasa dan dapat menghambat perkembangan psikologis mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran wounded inner child pada mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok dengan teknik reparenting, serta menganalisis efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen kuasi (pre-test post-test) yang melibatkan tiga orang mahasiswa dengan kategori tinggi. Subjek diberikan intervensi berupa empat sesi konseling kelompok dengan teknik reparenting, kemudian data pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test menggunakan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan skor wounded inner child ketiga subjek menurun secara konsisten dari kategori tinggi menjadi sedang, meskipun secara statistik penurunan ini belum signifikan (p = 0,677 > 0,05) akibat ukuran sampel yang sangat terbatas. Dapat disimpulkan bahwa teknik reparenting dalam konseling kelompok belum terbukti efektif secara statistik, namun menunjukkan potensi yang menjanjikan sebagai intervensi untuk mereduksi wounded inner child pada mahasiswa.
Copyrights © 2026