Generasi muda Minangkabau saat ini menghadapi tantangan dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai adat, khususnya sumbang duo baleh sebagai pedoman perilaku dan berbahasa yang santun. Derasnya arus teknologi dan informasi menyebabkan terjadinya akulturasi budaya yang berdampak pada memudarnya pemahaman siswa terhadap dua belas kaidah perilaku tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasikan nilai sumbang duo baleh demi penguatan karakter siswa SMK Negeri 1 X Koto Singkarak. Metode yang digunakan adalah pendekatan dialogis melalui dialog dan diskusi terbuka bersama 50 siswa dari kelas X, XI, dan XII serta 8 orang guru yang dilaksanakan pada 18 Maret 2025. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap dua belas nilai sumbang duo baleh, meliputi sumbang duduak, tagak, bajalan, kato, mancaliak, makan, bapakaian, karajo, tanyo, jawek, bagaua, dan kurenah. Transformasi nilai dilakukan melalui tiga strategi, yaitu integrasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, program pembiasaan di lingkungan sekolah, serta pemanfaatan media digital. Keberlanjutan kegiatan dirancang melalui pemunculan slogan-slogan adat di lingkungan sekolah dan pembudayaan berbahasa santun dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menegaskan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau tetap relevan dan dapat diinternalisasi oleh generasi muda di era digital melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Copyrights © 2026