Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan kinerja fisik saluran pembawa dan ketimpangan pembagian air pada jaringan irigasi semi-teknis di Kota Padang Panjang, khususnya Jaringan Irigasi Batang Pekah, Kelurahan Ekor Lubuk. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efisiensi penyaluran air dan pemerataan distribusi suplai irigasi pada lahan layanan 10,4 hektar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui pengukuran lapangan pada saluran sekunder sepanjang 633,7 m yang dibagi menjadi enam titik pengamatan, yaitu BBP 0 sampai BBP 5. Data dikumpulkan melalui observasi kondisi fisik saluran, pengukuran dimensi penampang, pengukuran kecepatan aliran dengan current meter, serta perhitungan kebutuhan air berbasis curah hujan efektif dan komponen kebutuhan air tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi total penyaluran hanya mencapai 62,37%, sehingga berada pada kategori kurang karena masih di bawah standar minimum 70%. Kehilangan air sebesar 37,63% terutama dipengaruhi oleh rembesan, kebocoran dinding beton, sedimentasi, serta pengaturan lubang sadap yang belum terstandar. Rata-rata Relative Water Supply sebesar 3,71 menunjukkan ketersediaan air secara kuantitatif masih surplus, tetapi nilai Koefisien Variasi sebesar 0,45 menunjukkan distribusi antar titik belum merata. Penelitian ini merekomendasikan rehabilitasi saluran, standardisasi bukaan sadap, dan pengaturan giliran air untuk meningkatkan efisiensi serta keadilan distribusi air irigasi.
Copyrights © 2026