Penelitian ini menganalisis internalisasi nilai multikultural dalam asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui praktik penilaian sikap keagamaan di SMK Ma’arif Tegalrejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus instrumental. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur dengan tiga guru PAI, observasi terhadap empat sesi asesmen pada semester genap 2025/2026, serta analisis rubrik, rencana pembelajaran, dan portofolio siswa. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menginternalisasikan nilai toleransi, empati, kerja sama, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan melalui observasi harian, refleksi, portofolio, diskusi kasus, dan rubrik adaptif. Penilaian autentik membantu guru mengenali perubahan sikap siswa dalam konteks kelas dan kegiatan sekolah. Namun, pelaksanaan asesmen masih menghadapi subjektivitas, keterbatasan waktu, ketidakseragaman indikator, dan kesulitan membedakan sikap autentik dari perilaku situasional. Penelitian menghasilkan model Lensa Guru Multikultural yang menghubungkan observasi, refleksi guru, umpan balik, dan revisi rubrik secara siklik. Model tersebut menegaskan perlunya rubrik multikultural terstandar, penilaian kolaboratif, serta portofolio digital untuk memperkuat asesmen PAI yang inklusif, kontekstual, transparan, dan berkelanjutan pada pendidikan vokasi multietnis serta mendukung penguatan karakter toleran peserta didik.
Copyrights © 2026