Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan peran musikal Syair Olang-Olang dalam mengiringi Tari Rumah Inai pada upacara Adat Besar masyarakat Melayu di Desa Tasik Serai, Riau. Syair ini merupakan tradisi lisan yang saat ini hadir melalui hasil rekonstruksi oleh pelaku seni setempat akibat ancaman kepunahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan musikologis dan pisau analisis teori etnomusikologi Alan P. Merriam (1964). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan vokal dengan instrumen perkusi (bebano dan tetawak) menjalankan tiga fungsi fundamental. Pertama, fungsi respons fisik sebagai pengatur tempo dan penyangga kestabilan gerak tari melalui pola ostinato bebano dan siklus tetawak. Kedua, fungsi pengesahan institusi sosial dan ritual dengan menciptakan suasana magis yang melegitimasi kesakralan prosesi tolak bala. Ketiga, fungsi kesinambungan budaya, di mana lirik pantun bertindak sebagai media pewarisan memori kolektif yang mengukuhkan nilai kegigihan dan identitas budaya Suku Darat. Meskipun eksistensinya bergantung pada hasil rekonstruksi, kehadiran Syair Olang-Olang tetap menjadi bukti nyata resiliensi pelestarian warisan budaya lokal.
Copyrights © 2026