Kesalahan sintaksis dalam tulisan siswa, khususnya dalam teks deskriptif, menunjukkan pemahaman yang belum lengkap tentang aturan linguistik yang mengatur konstruksi frasa, klausa, dan kalimat. Oleh karena itu, menganalisis kesalahan-kesalahan ini sangat penting untuk mengidentifikasi bentuk dan frekuensinya sebagai dasar untuk meningkatkan pengajaran menulis. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan frekuensi kesalahan sintaksis yang ditemukan dalam teks deskriptif yang ditulis oleh siswa SMP Negeri 6 Bolano Lambunu. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, dengan metode kualitatif untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan dan metode kuantitatif untuk menghitung frekuensinya. Data terdiri dari 20 teks deskriptif siswa yang dikumpulkan melalui pengujian, pencatatan, dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan total 37 kesalahan sintaksis: kesalahan frasa mencapai 62%, dengan interferensi bahasa daerah sebagai jenis kesalahan yang dominan; kesalahan klausa mencapai 5%, terutama melibatkan klausa yang tidak memiliki subjek; dan kesalahan kalimat mencapai 32%, dengan penggunaan konjungsi yang berlebihan sebagai masalah yang paling umum. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa perlu dikembangkan lebih lanjut, khususnya dalam menguasai aturan sintaksis untuk menghasilkan komunikasi tertulis yang lebih efektif. Kata kunci: kesalahan bahasa, sintaksis, teks deskriptif, Lambunu
Copyrights © 2026