Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal di SMP Negeri Satap 2 Rano, Kabupaten Tana Toraja, yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa kelas VII-A masih rendah dengan nilai rata-rata tes awal sebesar 27. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, rendahnya keaktifan siswa, serta kesulitan dalam memahami dan menyelesaikan masalah matematika secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas belajar siswa, penerapan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR), dan kemampuan literasi numerasi siswa setelah penerapan PMR. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 terhadap 20 siswa kelas VII-A dalam dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PMR mampu meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa secara signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 66 pada siklus I menjadi 89 pada siklus II, dengan seluruh siswa mencapai kategori tinggi. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari 82% menjadi 85%, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 61% menjadi 79%. Temuan ini menunjukkan bahwa PMR efektif menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna sehingga dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa.
Copyrights © 2026