Kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini bertujuan mendeskripsikan upaya penguatan akar kebangsaan anak diaspora Indonesia melalui pendidikan agama Islam dan budaya yang dilaksanakan selama 28 hari di Selangor, Malaysia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis observasi partisipatif dan dokumentasi lapangan, dengan teknik purposive sampling terhadap 60 anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam komunitas Sanggar Bimbingan sebagai putra-putri Pekerja Migran Indonesia (PMI). Program kegiatan mencakup pembelajaran Al-Qur'an, pembiasaan sholat berjamaah, pelaksanaan upacara bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pengenalan budaya Indonesia melalui media audio-visual, serta pelatihan tari daerah. Hasil pengabdian menunjukkan perkembangan signifikan pada seluruh aspek yang diobservasi: kemampuan membaca Al-Qur'an meningkat, anak-anak hafal dan mampu menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan lantang, serta terjadi transformasi sikap dari malu-malu menjadi percaya diri dan aktif. Pendidikan agama Islam dan budaya yang dilaksanakan secara terintegrasi terbukti mampu menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, memperkuat identitas religius, serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan pada anak-anak diaspora. Program ini diharapkan menjadi model pengabdian bagi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan anak WNI di luar negeri.
Copyrights © 2026