Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Vol 5 No 1 (2026): Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

PENGUATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR MELALUI IMPLEMENTASI MODEL NGULAM SIKUT DAN WAK SAI LIMA UNTUK MENDUKUNG REVITALISASI BAHASA LAMPUNG

Yinda Dwi Gustira (Universitas Lampung)
Siti Samhati (Universitas Lampung)
Mulyanto Widodo (Universitas Lampung)
Rahmat Prayogi (Universitas Lampung)
Septia Uswatun Hasanah (Universitas Lampung)
Mei Fatmila Sari (Universitas Lampung)
Sandika Ali (Universitas Lampung)
Siska Meirita (Universitas Lampung)
Andriansyah (Universitas Lampung)



Article Info

Publish Date
26 Apr 2026

Abstract

This community service program aimed to strengthen elementary school teachers' competencies through the implementation of two innovative instructional models: NGULAM SIKUT (Ngunut Pengalaman Sai Likut), developed based on the Experiential Learning approach, and WAK SAI LIMA (Nawak Sai Diliyak Mata), which emphasizes modeling within the framework of Active, Creative, Effective, and Joyful Learning (PAKEM). The program was conducted through five stages: needs assessment, workshop, instructional material development, implementation mentoring, and evaluation. Data were collected using pretest-posttest assessments, classroom observation, instructional product evaluation, and participant response questionnaires. The findings demonstrated significant improvements in teachers' pedagogical knowledge, instructional skills, and professional attitudes. Participants also expressed highly positive responses toward the program, indicating that both models were practical and applicable in elementary school settings. The program contributes not only to improving the quality of Lampung language instruction but also to supporting regional language revitalization through strengthening teachers' instructional capacity.   Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru sekolah dasar melalui implementasi dua model pembelajaran inovatif: NGULAM SIKUT (Ngunut Pengalaman Sai Likut), yang dikembangkan berdasarkan pendekatan Experiential Learning, dan WAK SAI LIMA (Nawak Sai Diliyak Mata), yang menekankan pada pemodelan dalam kerangka Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Program ini dilaksanakan melalui lima tahapan: analisis kebutuhan, lokakarya (workshop), pengembangan materi pembelajaran, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan penilaian pretest-posttest, observasi kelas, evaluasi produk pembelajaran, dan angket respons peserta. Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan pedagogis, keterampilan instruksional, dan sikap profesional guru. Peserta juga menyampaikan respons yang sangat positif terhadap program ini, yang menunjukkan bahwa kedua model tersebut praktis dan dapat diterapkan di lingkungan sekolah dasar. Program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Lampung, tetapi juga mendukung revitalisasi bahasa daerah melalui penguatan kapasitas instruksional guru.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ela

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

Education, Language, and Arts: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, terbit April dan September. Ini adalah jurnal yang terbit menyediakan forum bagi akademisi, praktisi, dan perwakilan masyarakat untuk mengeksplorasi masalah dan merenungkan praktik yang berkaitan dengan berbagai aktivitas yang ...