Rendahnya literasi numerasi peserta didik Indonesia, sebagaimana tercermin dari hasil PISA 2022 yang menempatkan skor matematika Indonesia jauh di bawah rata-rata OECD, menjadi permasalahan mendesak yang perlu segera diatasi melalui inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) bernuansa budaya Tempe Koro Benguk berpendekatan Deep Learning terhadap literasi numerasi peserta didik, serta mendeskripsikan literasi numerasi ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed method dengan pretest-posttest control group design. Populasi adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Bulu Kabupaten Sukoharjo tahun pelajaran 2025/2026, dengan sampel kelas VII D sebagai kelas eksperimen (n = 30) dan kelas VII F sebagai kelas kontrol melalui teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi numerasi, angket motivasi belajar, dan wawancara mendalam. Analisis kuantitatif menggunakan uji-t satu pihak, uji proporsi, dan uji-t dua sampel independen. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran RME bernuansa budaya Tempe Koro Benguk berpendekatan Deep Learning efektif: rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 79,83 melampaui Batas Tuntas Aktual (BTA = 66), ketuntasan klasikal mencapai 93%, rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibanding kelas kontrol, serta N-Gain sebesar 0,46 kategori sedang. Peserta didik motivasi tinggi konsisten memenuhi keempat indikator literasi numerasi, peserta didik motivasi sedang hanya memenuhi sebagian indikator secara tidak konsisten, sedangkan peserta didik motivasi rendah tidak memenuhi keempat indikator tersebut, terutama pada indikator merepresentasikan informasi dan mengevaluasi hasil penyelesaian.
Copyrights © 2026