Pendidikan di Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa, berdasarkan data PISA tahun 2022, mengungkapkan bahwa pemecahan masalah matematika berada pada di bawah rata-rata global, salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika tersebut dengan menerapkan Model Challenge Based Learning yang terintegrasi dengan aplikasi Quizizz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Challenge Based Learning yang terintegrasi dengan aplikasi Quizizz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Challenge Based Learning terintegrasi Quizizz terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Experiment (ekperimen semu), populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MAN 2 Deli Serdang, teknik pemilihan sampel yaitu menggunakan teknik teknik non-probability sampling dengan menggunakan pendekatan purposive sampling (sampling pertimbangan), sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dua kelas, kelas eksperimen dan kelas kontrol yang berjumlah 70 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi pretest, posttest dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif, perhitungan N-Gain dan uji hippotesis menggunakan uji-t. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kemampuan pemecahan masalah matematis kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan sebesar 94,228 sedangkan kelas kontrol sebesar 88,028. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan Model Challenge Based Learning terintegrasi Quizizz terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model pembelajaran ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran sehingga kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menjadi lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
Copyrights © 2026