Perkembangan media sosial yang pesat memberikan pengaruh signifikan terhadap pola komunikasi siswa sekolah menengah, termasuk munculnya kekhawatiran serius terkait etika berkomunikasi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membentuk etika berkomunikasi siswa pada media sosial di SMA Negeri 3 Palangkaraya. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Subjek penelitian terdiri dari dua guru PAK dan sepuluh siswa kelas X dan XI yang dipilih melalui purposive sampling. Temuan menunjukkan tiga peran utama guru PAK: sebagai pengajar yang mengintegrasikan etika komunikasi digital dalam konten pembelajaran berbasis nilai Alkitab; sebagai teladan yang mendemonstrasikan perilaku digital etis secara konsisten; dan sebagai fasilitator yang membimbing siswa berpikir kritis terhadap konten dan interaksi di media sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi strategi yang digunakan yaitu pendekatan pembelajaran kontekstual, integrasi pembinaan karakter, dan program kolaboratif bersama orang tua dan konselor sekolah. Tantangan utama mencakup keterbatasan jam pelajaran, dominasi pengaruh teman sebaya, dan inkonsistensi penguatan nilai di lingkungan keluarga. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pedagogi PAK di era digital sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi sekolah dalam merancang program pendidikan karakter yang responsif.
Copyrights © 2026