Tanaman jagung pakan (Zea mays L.) merupakan komoditas strategis yang berperan penting sebagai bahan baku utama industri pakan ternak di Indonesia. Peningkatan kebutuhan jagung pakan perlu diimbangi dengan upaya menjaga produktivitas tanaman dari gangguan organisme pengganggu tanaman, terutama hama. Artikel ini bertujuan menganalisis tingkat kerusakan tanaman jagung pakan akibat serangan hama pada berbagai fase pertumbuhan tanaman. Penelitian dilakukan menggunakan metode kajian pustaka (literature review) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelaahan berbagai jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan tanaman berbeda pada setiap fase pertumbuhan. Fase vegetatif awal merupakan fase yang paling rentan terhadap serangan hama karena jaringan tanaman masih muda dan lunak. Hama utama yang menyebabkan kerusakan adalah ulat grayak (Spodoptera frugiperda), penggerek batang (Ostrinia furnacalis), dan ulat tongkol (Helicoverpa armigera). Pada fase vegetatif lanjut, kerusakan masih tergolong tinggi dan berdampak terhadap penurunan luas daun efektif. Sementara itu, pada fase generatif, serangan hama lebih banyak merusak organ reproduktif seperti tongkol dan biji sehingga menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Informasi mengenai tingkat kerusakan pada setiap fase pertumbuhan dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi pengendalian hama terpadu yang tepat, efektif, dan berkelanjutan guna meminimalkan kehilangan hasil serta meningkatkan produktivitas jagung pakan.
Copyrights © 2026