Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja pengguna aplikasi TikTok yang mengalami perceraian orang tua di Surabaya. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif antara Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja pengguna aplikasi TikTok yang mengalami perceraian orang tua di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 130 remaja akhir di Kota Surabaya yang aktif menggunakan TikTok dan memiliki status orang tua cerai hidup. Pengukuran Self-Esteem dilakukan menggunakan skala yang disusun berdasarkan 4 dimensi sesuai teori Coopersmith (1967). Sementara itu, pengukuran Fear of Missing Out (FOMO) menggunakan skala yang disusun berdasarkan 2 komponen sesuai teori Przybylski (2013). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Self-Esteem dan Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,452 menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel bersifat negatif dan berbanding terbalik. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Esteem yang dimiliki remaja, maka semakin rendah tingkat Fear of Missing Out (FOMO) yang dialami.
Copyrights © 2026