MBS merupakan pengelolaan pendidikan yang memberi kewenangan kepada sekolah untuk mengelola sumber daya secara mandiri dengan melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan komite sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS melibatkan seluruh warga sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan. Faktor pendukung utama adalah peran aktif guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Hasil SWOT menunjukkan kekuatan pada kompetensi teknologi guru, kelemahan pada sarana prasarana, peluang pada kerja sama eksternal, serta ancaman berupa bullying di media sosial dan keterlibatan orang tua yang belum optimal. Diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan MBS secara optimal
Copyrights © 2026