Kecerdasan emosional peserta didik memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan belajar, kemampuan sosial, dan pengendalian diri. Namun, masih ditemukan peserta didik yang kurang mampu mengelola emosi, menunjukkan sikap kurang disiplin, dan rendah dalam interaksi sosial. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya faktor pembiasaan dan religiusitas dalam pembentukan kecerdasan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pembiasaan dengan kecerdasan emosional peserta didik, hubungan antara religiusitas dengan kecerdasan emosional peserta didik, serta hubungan simultan antara pembiasaan dan religiusitas dengan kecerdasan emosional peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 65 peserta didik fase F yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson serta korelasi simultan menggunakan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kecerdasan emosional peserta didik (r = 0,980; p < 0,05). Religiusitas juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kecerdasan emosional peserta didik (r = 0,989; p < 0,05). Selain itu, pembiasaan dan religiusitas secara simultan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kecerdasan emosional peserta didik (R = 0,993; p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 98,6% (Adjusted R² = 0,986). Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan dan religiusitas berkontribusi besar dalam pengembangan kecerdasan emosional peserta didik.
Copyrights © 2026