Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol 15 No 1 (2026)

Silang Budaya Lokal, Hiperealitas, dan Komodifikasi Identitas Tionghoa-Jawa di Tulungagung, Kediri, dan Blitar

Nurul Baiti Rohmah (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)
Rizal Zamzami (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)
Muhamad Khusnul Ariefin (UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan, mengeksplorasi, dan mendeskripsikan etnis Tionghoa-Jawa dalam membangun peradaban dan juga faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan interdisipliner, yakni pendekatan cultural pluralism dan dengan jenis penelitian analisis budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnis Tionghoa-Jawa di Tulungagung, Kediri, dan Blitar membentuk pola yang saling berkaitan antara silang budaya lokal, hiperealitas, dan komodifikasi. Dalam konteks silang budaya lokal, pergerakan budaya etnis Tionghoa-Jawa berlangsung melalui dua ruang yaitu ruang publik dan ruang privat. Ruang publik menjadi arena bagi ekspresi budaya yang bersifat sosial seperti ekonomi, kesenian, dan komunikasi, sedangkan praktik yang berkaitan dengan kepercayaan dan ritual keagamaan tetap dilaksanakan dalam ruang privat. Hiperealitas muncul melalui konstruksi masyarakat non-etnis terhadap identitas Tionghoa-Jawa yang sering kali tidak sepenuhnya sesuai dengan realitas keseharian. Pola hiperrealitas ini menunjukkan bahwa identitas etnis Tionghoa-Jawa tidak hanya dibangun dari dalam komunitas, tetapi juga dari persepsi sosial yang dilekatkan oleh masyarakat sekitarnya. Komodifikasi menjadikan elemen budaya Tionghoa-Jawa sebagai komoditas yang dapat dipertunjukkan, dijual, atau dikonsumsi. Faktor penghambat etnis Tionghoa-Jawa dalam membangun sebuah peradaban meliputi penyebutan mayoritas maupun minoritas dan sikap intoleransi. Sedangkan faktor pendukungnya meliputi adanya kegiatan sosial dan sikap toleransi. Implikasi penelitian yaitu menekankan pentingnya  membangun peradaban  etnis Tionghoa-Jawa  melalui penguatan silang budaya, merekonstruksi identitas untuk menghindari hiperealitas, pengelolaan komodifikasi secara bijak, dan menumbuhkan toleransi.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JISH

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (JISH) is a journal that uses a double-blind peer review model that can be accessed online. The purpose of JISH is to publish a journal containing quality articles that will be able to contribute thoughts from a theoretical and empirical perspective in society and ...