Kawasan ekosistem Danau Laut Tawar dan Gunung Burni Telong di Provinsi Aceh memiliki nilai ekologis, hidrologis, dan geologis yang sangat strategis namun rentan terhadap degradasi lingkungan serta ancaman bencana alam seperti tanah longsor, erosi, dan erupsi vulkanik. Rendahnya pemahaman integratif masyarakat lokal dan generasi muda terhadap keselarasan konservasi serta mitigasi kebencanaan melatarbelakangi pentingnya pelaksanaan program pengabdian berbasis edukasi nyata. Artikel ini bertujuan untuk melaporkan program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penguatan kesadaran konservasi lingkungan dan kapasitas mitigasi bencana berbasis metode studi lapangan (field study). Kegiatan ini melibatkan 45 peserta yang terdiri dari perwakilan pemuda karang taruna, mahasiswa, dan guru praktisi pendidikan di kawasan Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahapan utama: (1) pembekalan teoretis komprehensif, (2) studi lapangan integratif di pesisir Danau Laut Tawar dan jalur rawan Gunung Burni Telong, serta (3) evaluasi reflektif berbasis penyusunan peta rencana aksi komunitas. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual peserta secara signifikan dari rata-rata nilai pre-test sebesar 54,2 menjadi 88,7 pada post-test. Selain itu, terbentuknya Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan dan Kebencanaan (KPPLK) menjadi bukti nyata keberlanjutan program dalam mendorong ketahanan ekologis dan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal.Kata kunci: konservasi lingkungan, mitigasi bencana, studi lapangan, Danau Laut Tawar, Burni Telong.
Copyrights © 2026