Era media sosial telah memberikan pengaruh besar terhadap cara remaja perempuan memandang dirinya, terutama dalam membentuk persepsi terhadap body image. Paparan konten digital yang menampilkan standar kecantikan ideal dan tidak realistis dapat menyebabkan ketidakpuasan terhadap tubuh, menurunkan kepercayaan diri, serta berdampak terhadap kesehatan psikologis remaja. Keluarga memiliki peran penting dalam membangun pemahaman positif mengenai citra tubuh melalui dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan penerapan nilai-nilai kesehatan yang positif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja perempuan mengenai body image positif serta memperkuat pemahaman mengenai peran keluarga dalam mendukung penerimaan diri di era media sosial. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 9 Pekanbaru dengan melibatkan 30 remaja perempuan. Metode kegiatan menggunakan edukasi interaktif melalui penyuluhan, pemutaran video edukatif, diskusi kelompok, dan refleksi diri menggunakan body image journal. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui instrumen kuesioner pengetahuan sebelum dan setelah edukasi serta observasi terhadap partisipasi dan respon peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta dari 65% sebelum edukasi menjadi 90% setelah edukasi, dengan peningkatan sebesar 25%. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan perubahan pemahaman mengenai pentingnya penerimaan diri, penggunaan media sosial secara bijak, serta peran keluarga dalam mendukung kesehatan psikologis remaja. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam membangun body image positif serta dapat dikembangkan sebagai model edukasi kesehatan mental remaja di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026