Penambahan tepung sorgum (Sorghum bicolor L.) diketahui dapat menurunkan elastisitas adonan mi, sehingga tepung edamame (Glycine max (L.) Merrill) ditambahkan untuk memperbaiki kualitas tekstur dan nilai daya patahnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung terigu, tepung sorgum putih, dan tepung edamame terhadap daya patah serta karakteristik organoleptik mi sorgum. Formulasi mi terdiri dari F0 sebagai kontrol serta variasi rasio terigu dan sorgum putih pada F1 (100%:0%), F2 (80%:20%), F3 (60%:40%), F4 (40%:60%), dan F5 (20%:80%), dengan penambahan edamame 4% pada F1 hingga F5. Tahapan proses meliputi pencampuran adonan hingga kalis, pencetakan dengan noodle maker, perebusan, dan penirisan. Pengujian daya patah dilakukan secara triplo menggunakan texture analyzer dengan probe three-point bending, lalu dianalisis menggunakan One Way Anova dan uji lanjut DMRT 5%. Sementara itu, uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan) melibatkan 30 panelis semi terlatih dengan skala 1–5 berdasarkan SNI 01-2346-2006, lalu dianalisis menggunakan metode Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan substitusi optimal yang menghasilkan mutu fisik tidak terlalu rapuh dan memenuhi batas ambang penerimaan konsumen (skor "agak diterima" hingga "disukai") adalah perlakuan F2 (80%:20%) dan F3 (60%:40%).
Copyrights © 2026