Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI KINERJA MESIN PENGERING TIPE VIBRO FLUID BED DRYER UNTUK PENGERINGAN TEH HITAM CTC (CRUSHING, TEARING, CURLING) : Performance Evaluation of the Vibro Fluid Bed Dryer for CTC (Crushing, Tearing, Curling) Black Tea Drying Dimas Triardianto; Aldy Ramadhan Putra; Casilda Aulia Rakhmadina
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 2 No. 2 (2025): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v2i2.5933

Abstract

Pengeringan merupakan proses penting dalam pengolahan teh yang bertujuan untuk menghilangkan kandungan air pada bahan dengan menggunakan energi panas. Dalam penelitian ini, proses pengeringan bubuk teh basah dilakukan menggunakan mesin Vibro Fluid Bed Dryer (VFBD). Metode penelitian meliputi pengamatan langsung dan pengukuran parameter uji pada mesin untuk mengevaluasi kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kerja mesin VFBD, laju pengeringan pada pengolahan teh hitam CTC, konsumsi energi yang diperlukan, serta efisiensi pengeringannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kapasitas kerja mesin VFBD adalah 258,17 kg/jam, dengan rata-rata laju pengeringan sebesar 472,84 kgH₂O/jam. Konsumsi energi rata-rata yang dibutuhkan adalah 6.594.044,58 J/kg, sedangkan efisiensi pengeringannya mencapai rata-rata 25,14%.
Pengaruh Bahan Perendam Terhadap Parameter Organoleptik Dan Rendemen Kripik Kentang: The Effect of Soaking Materials on the Organoleptic Parameters and Yield of Potato Chips Casilda Aulia Rakhmadina; Amellia Dwi Rizkyana; Yulia Rachmawati; Nadiyah Zuhroh
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i1.5858

Abstract

Keripik kentang merupakan salah satu makanan ringan yang populer di masyarakat. Makanan ini dikenal karena rasa gurih, tekstur renyah, serta kemudahan dalam penyajiannya. Mutu keripik kentang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah bahan perendam yang digunakan sebelum proses penggorengan. Oleh karena itu, pemilihan bahan perendam yang tepat sangat penting untuk menghasilkan keripik kentang dengan mutu yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan perendam, yaitu air kapur, air biasa, air cucian beras, dan air asam sulfat terhadap parameter organoleptik dan rendemen keripik kentang. Variasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah bahan perendam. Terdapat 4 varian bahan perendam berbeda yang dikenakan pada pembuatan keripik kentang, yaitu air biasa, air kapur, air rendaman beras, dan metabisulfit. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan kenampakan) pada saat sebelum dan sesudah keripik kentang digoreng. Parameter lainnya adalah rendemen. Analisis data menggunakan Anova One Way dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Analisis Anova One Way dan Duncan Multiple Range Test menunjukan adanya pengaruh signifikan dari perbedaan jenis bahan perendam terhadap nilai rendemen. Dimana nilai rendemen pada keripik kentang yang direndam pada metabisulfit paling tinggi,diikuti oleh nilai rendemen dari bahan perendam air kapur, air biasa, dan air rendaman beras. Sementara varian bahan perendam menghasilkan kecenderungan karakteristik yang berbeda antar satu dan yang lainnya.
STUDI PERBANDINGAN PENGARUH ETILEN TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN PISANG SELAMA PEMERAMAN: COMPARATIVE STUDY OF THE EFFECTS OF ETHYLENE SOURCES ON THE RIPENING PROCESS OF BANANAS Amellia Dwi Rizkyana; Casilda Aulia Rakhmadina
Journal of Food Industrial Technology Vol. 2 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Journal of Food Industrial Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v2i2.6022

Abstract

Pisang Mas (Musa sinesis) merupakan salah satu buah tropis yang banyak dikonsumsi masyarakat karena nilai gizinya yang tinggi. Dalam praktik pascapanen, pisang umumnya dipanen dalam kondisi mentah untuk menghindari kerusakan selama distribusi. Oleh karena itu, diperlukan proses pemeraman agar pisang mencapai tingkat kematangan yang optimal sebelum dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis etilen terhadap proses pematangan pisang selama pemeraman. Perlakuan terdiri dari lima kelompok (E1–E5), di mana E1 sebagai kontrol tanpa penambahan etilen eksternal, dan E2 hingga E5 mendapatkan perlakuan etilen dengan yang jenis berbeda. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, kekerasan buah, pH, dan kadar padatan terlarut (°Brix) pada hari ke-1, ke-3, dan ke-5. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan dengan penyemprotan etilen cair dengan kadar ±1000 ppm pada buah pisang menghasilkan tingkat kematangan paling optimal, ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning, kekerasan dan total padatan terlarut masing-masing sebesar 8,4 mmd dan 9oBrix pada hari kelima. Penggunaan etilen terbukti efektif dalam mempercepat proses pemeraman pisang, sehingga sangat bermanfaat dalam sistem distribusi dan pemasaran buah. Pemanfaatan etilen dapat meningkatkan efisiensi pascapanen serta mutu buah yang sampai ke konsumen.
Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pembuatan Briket Biomassa Berbahan Limbah Tebu dan Sekam Padi pada Karang Taruna Desa Arjasa Jember Casilda Aulia Rakhmadina; Dimas Triardianto; Amellia Dwi Rizkyana; Heri Warsito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1317

Abstract

Desa Arjasa di Kabupaten Jember memiliki potensi pertanian padi dan tebu yang melimpah, namun menghadapi kendala serius dalam pengolahan limbah sekam padi dan ampas tebu yang dapat memicu pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali mitra Karang Taruna Desa Arjasa dengan keterampilan kewirausahaan melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG) berupa alat pencetak mekanis dan mesin tray dryer untuk mengolah limbah tersebut menjadi briket biomassa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi dan penyuluhan mengenai potensi energi terbarukan, dilanjutkan dengan pelatihan praktis (hands-on) pembuatan briket, serta pendampingan dan evaluasi produk. Proses pembautan briket dilakukan melalui pengeringan bahan baku, karbonisasi pirolisis, penghalusan, pencetakan mekanis, dan pengeringan akhir. Hasil utama menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis yang signifikan pada pemuda desa dalam mengoperasikan perangkat TTG secara mandiri. Formulasi optimal briket berhasil diperoleh pada rasio arang ampas tebu 80% dan sekam padi 5% menggunakan perekat tapioka 15%. Pengenalan teknologi ini tidak hanya berhasil menyulap limbah pertanian menjadi produk energi alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga berhasil melahirkan kemandirian lokal serta membuka peluang usaha baru yang prospektif bagi perekonomian desa.
Pengaruh Kombinasi Tepung Sorgum dan Tepung Edamame terhadap Daya Patah dan Organoleptik Mie Sorgum: The Influence of White Sorghum Flour and Edamame Flour Combination on the Tensile Strength and Sensory Properties of Sorghum Noodles Casilda Aulia Rakhmadina; Adhima Adhamatika; Yani Subaktilah; Nadhifah Al Indis; A. Sirojul Anam Izza Rosyadi; Yulia Rachmawati
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 3 (2026): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i3.7233

Abstract

Penambahan tepung sorgum (Sorghum bicolor L.) diketahui dapat menurunkan elastisitas adonan mi, sehingga tepung edamame (Glycine max (L.) Merrill) ditambahkan untuk memperbaiki kualitas tekstur dan nilai daya patahnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi tepung terigu, tepung sorgum putih, dan tepung edamame terhadap daya patah serta karakteristik organoleptik mi sorgum. Formulasi mi terdiri dari F0 sebagai kontrol serta variasi rasio terigu dan sorgum putih pada F1 (100%:0%), F2 (80%:20%), F3 (60%:40%), F4 (40%:60%), dan F5 (20%:80%), dengan penambahan edamame 4% pada F1 hingga F5. Tahapan proses meliputi pencampuran adonan hingga kalis, pencetakan dengan noodle maker, perebusan, dan penirisan. Pengujian daya patah dilakukan secara triplo menggunakan texture analyzer dengan probe three-point bending, lalu dianalisis menggunakan One Way Anova dan uji lanjut DMRT 5%. Sementara itu, uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan) melibatkan 30 panelis semi terlatih dengan skala 1–5 berdasarkan SNI 01-2346-2006, lalu dianalisis menggunakan metode Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan substitusi optimal yang menghasilkan mutu fisik tidak terlalu rapuh dan memenuhi batas ambang penerimaan konsumen (skor "agak diterima" hingga "disukai") adalah perlakuan F2 (80%:20%) dan F3 (60%:40%).