Kesehatan pranikah sangat penting untuk mengurangi stunting. Namun di tingkat kecamatan pemanfaatan aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) sebagai instrumen digital pendukung program ini belum berjalan dengan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai penggunaan aplikasi ELSIMIL untuk membantu kesiapan kesehatan pranikah di Kecamatan Batang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam Semi-Terstruktur dengan 12 informan meliputi calon pengantin, petugas DP3AP2KB, PLKB, KUA, TPK dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pogram berjalan secara kolaboratif lintas sektor dan didukung oleh kebijakan, sarana dan dana yang cukup. Namun, calon pengantin belum memahami fungsi ELSIMIL dengan baik karena mereka hanya menganggapnya sebagai alat administrasi pernikahan dan tidak menganggapnya sebagai media skrining atau pelatihan Kesehatan. Keterbatasan waktu calon pengantin, kurangnya sosialisasi, pemahaman pelaksana yang buruk tentang pembaruan aplikasi, dan masalah sistem teknis adalah beberapa kendala yang ditemukan. Sebaliknya, ELSIMIL telah terbukti berguna untuk mengidentifikasi factor risiko seperti anemia dan Kekurangan Energi Kronik (KEK), meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan pranikah, dan mengeluarkan sertifikat skrining. Agar ELSIMIL dapat berfungsi dengan baik sebagai media edukasi pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi, diperlukan penguatan sosialisasi melalui media digital, pelatihan berkala, dan koordinasi lintas sektor.
Copyrights © 2026