Perpustakaan desa memiliki peran strategis sebagai pusat literasi berbasis masyarakat yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan akses informasi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, pengelolaan perpustakaan desa masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi pengelola, administrasi yang belum tertata, pengelolaan koleksi yang belum optimal, serta minimnya program literasi yang melibatkan masyarakat. Kondisi tersebut juga ditemukan pada Perpustakaan Desa Blangpulo, Kota Lhokseumawe. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan melalui program pendampingan pengelolaan perpustakaan komunitas sebagai pusat literasi berbasis masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, koordinasi, penyampaian materi, diskusi interaktif, pendampingan, dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi tata kelola perpustakaan, administrasi perpustakaan, pengelolaan koleksi, pelayanan perpustakaan, serta penyusunan program literasi berbasis masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan perpustakaan, terutama pada aspek administrasi, pengelolaan koleksi, serta penyusunan program literasi yang berkelanjutan. Pendampingan juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa penyempurnaan administrasi perpustakaan, penataan koleksi, serta pengembangan program literasi yang melibatkan masyarakat secara aktif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis partisipatif mampu memperkuat kapasitas pengelola perpustakaan sekaligus mendukung optimalisasi fungsi perpustakaan desa sebagai pusat literasi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta memperkuat budaya literasi di tingkat lokal.
Copyrights © 2026